PERTANYAAN-PERTANYAAN SEPUTAR PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS AL-AZHAR TAHUN AJARAN 2017/2018

 

Berikut ialah beberapa pertanyaan yang sering diutarakan oleh calon mahasiswa baru Universitas Al-Azhar atau oleh orang tua yang bersangkutan. Pertanyaan-pertanyaan yang ada kami kumpulkan, dan kami jawab berdasarkan informasi yang belum disampaikan oleh edaran resmi Pemerintah, dalam hal ini oleh Diktis Kemenag RI.

 

1. Apakah seleksi penerimaan mahasiswa baru Timur Tengah ini wajib diikuti?

Seleksi penerimaan mahasiswa baru ini bersifat wajib untuk diikuti. Oleh sebab itu bagi generasi muda muslim yang berminat melanjutkan jenjang pendidikannya di Universitas Al-Azhar untuk tidak melewatkannya.

2. Atas dasar apa seleksi ini dilaksanakan, bukankah yang berhak menyelenggarakan seleksi adalah Al-Azhar sendiri?

Dasar penyelenggaraannya MoU antara Universitas Al-Azhar dan Pemerintah Indonesia yang ditandatangani oleh Grand Syaikh Azhar dan Menteri Agama RI. Dalam MoU tersebut disebutkan bahwa setiap calon mahasiswa baru Universitas al-Azhar dari Indonesia diwajibkan mengikuti seleksi masuk yang diselenggarakan di tanah air.

3. Bagaimana kalau saya tidak mengikuti seleksi dan langsung datang ke Cairo untuk mendaftarkan diri ke Universitas?

Kami, baik IAAI Indonesia maupun Kemenag tidak melarang bagi sesiapapun untuk datang ke Mesir. Akan tetapi untuk datang ke Mesir dengan tujuan mendaftarkan diri sebagai mahasiswa kami pastikan tidak bisa. Pertama, visa pelajar hanya akan diberikan kepada mereka yang lulus pada seleksi di Indonesia. Kedua, Al-Azhar hanya menerima calon mahasiswa baru yang telah lulus seleksi di Indonesia . Ketiga, KBRI Cairo tidak akan memberikan bantuan terhadap sesiapun yang nekat ke Mesir untuk tujuan belajar tanpa mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

4. Apakah Betul, umur Ijazah tidak boleh lebih dari dua tahun, dan bagaimana jika saya berijazah selain ijazah Aliyah?

Iya benar bahwa Ijazah yang diterima ialah yang tidak berumur lebih dari dua tahun, dan ini merupakan regulasi final. Begitupun dengan kriteria Ijazah, sebetulnya disyaratkan bagi pemegang Ijazah Aliyah. Akan tetapi dalam 3 tahun terakhir, sebagaimana termaktub dalam MoU antara Al-Azhar dan Pemerintah bahwa setiap calon mahasiswa baru yang lulus seleksi tahap kedua berhak diberikan Ijazah baru yang berfungsi sebagai Ijazah pengganti. Ijazah pengganti inilah yang digunakan untuk mendaftarkan diri ke Al-Azhar.

5. Ini seleksi program beasiswa atau bukan?

Seleksi yang diselenggarakan oleh Diktis Kemenag ini untuk program beasiswa dan mandiri, dengan nilai tertinggi sebagai yang berhak atas beasiswa Al-Azhar tersebut

6. Lantas beasiswa apa yang saya peroleh dari Universitas Al-Azhar?

Bagi calon mahasiswa jalur mandiri, beasiswa yang diperoleh oleh “Tuition Fee”, yaitu biaya kuliah Gratis. Untuk keperluan perkuliahan, mahasiswa hanya menyiapkan administrasi pembuatan kartu mahasiswa setiap tahunnya dan keperluan buku/diktat kuliah. Adapun bagi yang memperoleh beasiswa Al-Azhar, mereka berhak atas Asrama begitu sampai di Mesir dan uang saku bulanan yang nilainya sekitar 500 ribu rupiah. Kebutuhan yang terkait pendaftran seperti biaya pemberkasan dan keberangkatan tidak ada bedanya baik beasiswa maupun mandiri.

7. Kebutuhan hidup apalagi yang harus disiapkan selama kuliah di Azhar.

a. Kebutuhan hidup sehari-hari yang diperlukan yaitu untuk Tempat tinggal, makan, transportasi, dan komunikasi. Diasumsikan untuk saat ini setiap mahasiswa memerlukan sekitar 100 US Dolar setiap bulannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut (standar pria).

b. Kebutuhan biaya di markaz Lughah dimana saat ini setiap levelnya senilai 540 Le atau senilai 55 USD atau 770.000 rupiah per-levelnya.

8. Apakah nantinya di Mesir bisa memperoleh beasiswa?

Peluang untuk mendapatkan beasiswa di Mesir terbuka. Pada tahun kedua (kelas 2) mahasiswa bisa mengajukan beasiswa Al-Azhar. Selain Azhar, mahasiswa juga dapat mengajukan ke lembaga beasiswa lainnya seperti Bayt Zakat yang besarannya tergantung hasil “natijah” ujian Term pertama.

9. Apa yang harus saya siapkan selain persiapan seleksi yang harus saya lakukan?

Yang perlu disiapkan selain persiapan seleksi ialah, Paspor. Karena proses pembuatan paspor yang tidak cukup mudah dan tidak sebentar, diharapkan setiap calon mahasiswa terutama yang sudah dinyatakan lulus seleksi tahap pertama untuk segera mengurusnya. Selain itu setiap mahasiswa menyiapkan berkas lainnya seperti Ijazah dan legalisirnya, dan akte kelahiran. Adapun administrasi yang disiapkan yaitu untuk keperluan administrasi pendaftaran dan tiket keberangkatan yang akan diumumkan kemudian.;

10. Dimana mahasiswa non Beasiswa/jalur mandiri akan tinggal?
Tahun ajaran 2017/2018 ini setiap mahasiswa asal Indonesia wajib untuk tinggal Asrama Indonesia yang telah dibangun untuk pemerintah kita. Masing-masing mahasiswa diwajibkan untuk membayar kontribusi sebesar 50 USD perbulan yang meliputi; makan tiga kali sehari, maintenance asrama, dan pembinaan di dalam asrama

 

 

Go to top